Stunting di Jawa tengah Turun, Ganjar Masih tetap Galakkan Penangkalannya Sedini Kemungkinan

Stunting di Jawa tengah Turun, Ganjar Masih tetap Galakkan Penangkalannya Sedini Kemungkinan

Gubernur Jawa tengah (Jateng) Ganjar Pranowo minta bupati, camat dan kepala desa untuk pastikan data ibu hamil di setiap daerah. Maksudnya supaya kasus stunting dapat dihindari sedini mungkin.

Hal tersebut dikatakan Ganjar, saat mengevaluasi Gerakan Hidup Sehat dalam acara Dapur Sehat Tangani Stunting (Dahsat) di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Ganjar memeriksa penangkalan dan pengatasan stunting di Dusun Prampelan dan mendapati 2 anak terserang stunting, dan 21 ibu hamil yang kandungannya memiliki masalah. Ganjar juga minta mereka untuk ditemani dan diawasi terus-terusan.

“Rerata bidannya cukup cepat. Pertama kali harus tahu data, berapakah data ibu hamil, berapakah yang stunting, berapakah yang kandungannya memiliki masalah, hingga kekuatan AKI-AKB dapat terdeteksi sejak awal kali,” kata Ganjar di lokasi.

Sepanjang periode waktu tahun 2019-2021, Jawa tengah sanggup turunkan stunting bisa lebih cepat dari pemerintahan pusat. Pada 2019, angka stunting nasional sama dengan Jawa tengah, yaitu sejumlah 27 %. Tetapi tahun 2021-2022, stunting Jawa tengah sukses menurun jadi 20,9 %, sementara nasional masih 24 %.

Supaya pengurangan stunting bisa lebih cepat dan capai sasaran nasional sejumlah 14 % di tahun 2024, Ganjar akan langsung turun ke lapangan untuk pastikan penangkalan dan pengatasan stunting jalan maksimal.

“Kita disuruh untuk tekan (stunting) secara cepat. Minggu ini saya akan keliling ke sejumlah tempat untuk mencatat itu, paketnya sama untuk kemiskinan ekstrem, kemiskinan non esktrem terus ibu hamil, stunting kita paketkan,” sebut Ganjar.

Kesungguhan Ganjar dalam tangani stunting diperlihatkan karena ada program Jawa tengah Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng), Jo Kawin Bocah dan Dapur Sehat Tangani Stunting (Dahsat). Langkah Ganjar itu juga bisa dibuktikan sanggup turunkan stunting di Jawa tengah.

“Sekalian mendidik ke orangtua jika anaknya tidak boleh dinikahkan awal. Jika sasaran tiap kabupaten kota telah ada, karena itu saat ini kita akan mengumpulkan dari sasaran itu untuk kita samakan dengan sasaran pusat,” terang Ganjar.

Konsumsi Nutrisi untuk Ibu Hamil
Tidak itu saja, Ganjar menggiatkan pembelajaran ke remaja, terutamanya remaja putri untuk konsumsi tablet lebih darah atau TTD. Selanjutnya untuk ibu hamil, Ganjar minta konsumsi nutrisi yang diberi imbang supaya kandungan dapat lahir dengan sehat.

“Saya suka barusan ada anak-anak muda yang dididik supaya tidak menikah awal, kita inline dengan program BKKBN untuk menahan pernikahan awal, stunting dan anak-anak bisa info yang lebih terang,” sebut Ganjar.

Sebagai info, tahun 2023 ini Jawa tengah terima Dana Bantuan Operasional Keluarga Merencanakan (BOKB) dari pemerintahan pusat sejumlah Rp376 miliar. Nanti, dana anggaran itu akan didistribusikan untuk 35 kabupaten dan kota di wilayah Jawa tengah untuk program pemercepatan penuruan stunting.

Check Also

24 KK Tergusur Project Sodetan Kali Ciliwung, Dipindah ke Rusun dengan Pola Sewa

24 KK Tergusur Project Sodetan Kali Ciliwung, Dipindah ke Rusun dengan Pola Sewa Pemerintah provinsi …