Pemilu 2024, Bawaslu Depok Gunakan Langkah Ini untuk Tindak Buzzer di Media Sosial

Pemilu 2024, Bawaslu Depok Gunakan Langkah Ini untuk Tindak Buzzer di Media Sosial

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok Dede Selamet Permana menjelaskan, pihaknya akan mencegah pelanggaran Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 yang menyebar di sosial media. Satu diantaranya menangani buzzer yang serang memakai rumor suku, agama, ras dan antara kelompok (SARA).

“Menjadi pimpinan kami (Bawaslu RI) memperjelas jika ada yang serang kepercayaan calon anggota legislatif dan capres akan di-take down atau bahkan juga memperoleh ancaman,” katanya.

Penangkalan itu dilaksanakan dengan membuat embrio komunitas di ruangan digital berbentuk komunitas. Dede tidak menguraikankan seperti apakah cara riel untuk merealisasikan pemantauan itu.

Ia memiliki komitmen supaya embrio komunitas dapat selekasnya dikeluarkan. Karena, munculnya komunitas ini berkolerasi dengan program siber patrol milik Bawaslu Depok yang diuji-coba terbatas pada Pemilu 2019.

Bawaslu RI sudah mengeluarkan Ketentuan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 2 Tahun 2023 mengenai Pemantauan Partisipatif. Bawaslu Kota Depok, papar Dede, akan mensosialisasikan ke warga supaya sama membuat embrio pemantauan partisipatif di ruangan digital.

“Pasti kami menyongsong baik dan semenjak 2022 lalu, kami terus lakukan publikasi, workshop, dan persiapan komunitas digital Jemarimu Pantau Pemilu di kota depok,” jelas ia.

Kordinator Seksi Penangkalan, Keterlibatan Warga dan Jalinan Warga Bawaslu Depok ini menambah, pihaknya akan tingkatkan koordinasi, komunikasi, dan kerjasama dengan beragam pihak berkenaan dengan pemantauan Pemilu 2024. Pihak yang diartikan diantaranya pemerintahan, instansi pendidikan, dan beberapa content inisiator.

Scroll to Top