Pembunuhan Berantai Wowon Cs: Polisi Berikan Mayat Siti ke RS Polri, Lacak Pemicu Kematian

Pembunuhan Berantai Wowon Cs: Polisi Berikan Mayat Siti ke RS Polri, Lacak Pemicu Kematian

Direktorat Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya mengekshumasi atau mengeruk ulangi pusara Siti Fatimah, salah satunya korban pembunuhan berantai terdakwa Wowon cs. Mayat Siti selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Berkaitan dengan mayat Siti Fatimah sesudah diekshumasi sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilaksanakan autopsi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko ke reporter di Polda Metro Jaya.

Menurutnya, autopsi dilaksanakan untuk ketahui kapan dan pemicu kematian dibanding Siti secara sciencetific dari labolatorium Forensik.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga menjelaskan pihaknya ikut ambil beberapa contoh seperti tanah sampai DNA. Untuk pastikan mayat itu ialah Siti.

“Kita mengambil sampai dari tanah per cm penggalian kita mengambil, terus mayatnya kita membawa untuk diautopsi sama diambil contoh DNA karena itu benar tidak Siti yang disemayamkan,” kata Panji saat dikontak.

Tetapi, ia tidak menguraikan keadaan mayat Siti dan langsung memberikan proses autopsi ke RS Polri.

“Kita belum membuka masih di peti kelak di rumah sakit (RS Polri) kita membuka,” tandas ia.

Awalnya, Tim dari Polda Metro Jaya ditolong anggota Polres Garut membedah pusara Siti Fatimah di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Perombakan dilaksanakan tim kombinasi polisi untuk mengautopsi atau mengekshumasi mayat salah satunya korban pembunuhan berantai Wowon Erawan alias Dukun Accu cs.

“Iya, pagi hari ini (pusara Siti dibedah) di Garut,” tutur Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga saat diverifikasi.

Jawab Teka-Teki
Perombakan itu sebagai usaha penyidik untuk menjawab teka-teki atas tindakan bengis yang sudah dilakukan Wowon cs.

Korban Siti Fatimah (31) sebagai seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW), yang dibunuh Wowon cs karena meminta uang sama sesuai dijanjikannya pelaku.

“Untuk kebutuhan autopsi,” pungkas Indriwienny.

Sekadar mengingati, Siti sebagai salah satunya TKW yang tertipu dengan rayu bujuk Wowon yang dapat melipat gandakan uang. Tetapi Siti malah dibunuh saat meminta janji Wowon.

Siti dibunuh Noneng yang disebut mertua dari Wowon atau ibu kandungan Wiwin. Ia diperintah Wowon membunuh Siti buang mayat Siti ke laut di Surabaya.

“Selanjutnya yang di Garut ini penyidik memperoleh identitas yang awalannya akan ke Surabaya selanjutnya dihanyutkan (dibunuh) ke laut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat diverifikasi.

Dihanyutkan ke Sungai
Jasad Siti yang dihanyutkan di Surabaya justru diketemukan di Garut, Jawa Barat. Selanjutnya oleh masyarakat disemayamkan.

“Diketemukan warga dan disemayamkan di Garut ini atas nama S,” tutur ia.

Siti dibunuh karena minta Accu kembalikan hartanya. Karena kekayaan yang dijanjikannya tidak juga terjadi.

Kecewa terus ditagih, Accu menjawab harta itu dapat diambil di daerah Mataram di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tetapi saat akan pergi, di Surabaya ia dibunuh.

“Siti ini tagih ‘mana hasil penggandaan uangnya?’, selanjutnya disebut Wowon ‘ambilnya di Mataram’. Karena diperintah oleh Wowon, ia (Noneng) menggerakkan Siti ke laut di Surabaya,” papar Trunoyudo.

Scroll to Top