Mendagri Peringatkan TNI-Polri masalah Teror Sweeping Organisasi masyarakat saat Natal dan Tahun Baru

Mendagri Peringatkan TNI-Polri masalah Teror Sweeping Organisasi masyarakat saat Natal dan Tahun Baru

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menghimbau TNI, Polri, dan faksi berkaitan yang lain bersinergi dengan Pemda untuk memberikan dukungan kesiagaan mendekati Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Satu diantaranya, dengan mengetahui awal berkaitan kekuatan teror, seperti sweeping yang sudah dilakukan ormas (organisasi masyarakat) tertentu.

“Kita ingin memperlihatkan jika harus ada perlindungan ke warga-warga kita yang ingin jalankan ibadah dengan tenang, aman, dan nyaman. Dan kita perlihatkan negara datang membuat perlindungan,” kata Tito diambil dari tayangan persnya.

Ia mengutamakan keutamaan perkuat kerukunan umat beragama mendekati perayaan Natarul. Karena itu, Tito minta Forkopimda dan FKUB disuruh memetakkan kekuatan penampikan pada kegiatan keagamaan terutamanya saat perayaan Nataru.

“Pokoknya untuk membuat keadaan aman, nyaman, dan teratur. Ini tujuannya ialah cara pro aktif, memetakkan dan setelah itu menyaksikan ada kekuatan penampikan semua jenis selekasnya untuk lakukan pendekatan individu to individu,” terangnya.

Menurutnya, hal itu perlu dikerjakan untuk pastikan umat Kristiani bisa melakukan ibadah Natal sekalian perayaan Tahun Baru dengan tenang, aman, nyaman. Tetapi, Tito mengingati aparatur memprioritaskan beberapa langkah pro aktif.

“Supaya pengatasan yang sudah dilakukan lebih memprioritaskan pada beberapa langkah pro aktif,” tutur Tito.

166 Ribu Personel Kombinasi Diturunkan
Awalnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengutarakan jika, sekitar 166.322 personel kombinasi diturunkan buat pastikan perayaan Natal dan Tahun Baru di semua Indonesia jalan aman dan aman.

Beberapa ratus ribu personel itu, kata Sigit akan dikeluarkan ke pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terintegrasi di semua Indonesia, untuk makin menguatkan keadaan yang aman, damai dan aman sejauh perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Dan tentu saja ini ialah personel kombinasi. Selanjutnya terdiri dalam pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terintegrasi. Sehingga kita harap jika semua pos yang tergelar itu benar-benar dapat memberi rasa nyaman dan aman,” tutur Sigit di Jakarta.

 

Scroll to Top