Buntut Komentar ‘Capres Memiliki rambut Putih’, Demokrat: Itu Pertanda Penuaan

Buntut Komentar ‘Capres Memiliki rambut Putih’, Demokrat: Itu Pertanda Penuaan

Selesai menjelaskan figur yang bagus untuk pimpin Indonesia ialah yang mempunyai rambut putih, Presiden Joko Widodo terima banyak komentar dan kritikan. Satu diantaranya ialah dari Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, yang menyebutkan pengakuan itu sebuah “pembodohan”.

Menurut Kamhar, perkataan Presiden Jokowi saat mendatangi aktivitas Nusantara Berpadu di akhir minggu kemarin benar-benar tidak mencerdaskan dari segi akademis.

“Apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi sebenarnya ialah praktik mempertunjukkan ketidaktahuan dan pembodohan,” tutur Kamhar dalam info tercatatnya,

Kamhar menjelaskan tidak ada satu juga literatur mengenai study kepimpinan yang mendapati ciri-ciri kepimpinan yang disebut Jokowi ialah yang terbaik untuk rakyat.

“Jika kerutan dan rambut putih ialah ciri-ciri pimpinan yang mengetahui kesengsaraan rakyat dan pro rakyat. Kerutan dan rambut putih lebih pas sebagai pertanda penuaan,” katanya.

Oleh karenan itu, Kamhar menjelaskan perkataan Jokowi itu justru membuat tidak dipandang seperti pimpinan yang pintar antara rakyatnya.

“Kita berbaik kira, jangan-jangan Pak Jokowi tidak pahami dengan jeli isi pidatonya, cuma membaca dan meniru dari sesuatu yang dihidangkan orang di sekitarnya,” katanya. “Seperti dahulu, sempat terjadi pada awal pemerintahannya tanda-tangani Perpres yang tidak diamatinya selanjutnya mempersalahkan bawahannya.”

Awalnya, pada acara Nusantara Berpadu yang diadakan di Stadion Khusus Gelanggang olahraga Bung Karno (GBK), Jakarta, Jokowi sampaikan pesan ke rakyat Indonesia mendekati pilpres 2024 dan sempat berguyon jika figur yang pikirkan rakyat bisa disaksikan dari performa fisiknya, seperti mempunyai rambut putih dan banyak keriput di muka.

“Terlihat banyak keriput di mukanya karena memikirkan rakyat, ada yang memikirkan rakyat sampai rambutnya putih semua . Maka pimpinan yang memikirkan rakyat itu kelihatan dari performanya,” katanya.

“Jika mukanya ‘cling’ bersih, tidak ada keriput di mukanya berhati-hati.”

Dia mengingati warga untuk pilih figur pimpinan yang bukan hanya habiskan waktu di istana dan sedikit habiskan waktu untuk ada di tengah warga.

“Janganlah sampai kita pilih pimpinan yang kelak cuma senangnya duduk di istana yang AC-nya dingin. Janganlah sampai, saya ulangi, janganlah sampai kita pilih pimpinan yang suka duduk di istana yang AC-nya benar-benar dingin,” katanya.

 

Check Also

24 KK Tergusur Project Sodetan Kali Ciliwung, Dipindah ke Rusun dengan Pola Sewa

24 KK Tergusur Project Sodetan Kali Ciliwung, Dipindah ke Rusun dengan Pola Sewa Pemerintah provinsi …